Praktek Gurah
Proses pengobatan gurah dilakukan dengan meneteskan cairan tertentu ke hidung. .
Bila “obat” sudah dimasukkan ke lubang hidung (red: pada gurah tetes), pasien yang menjalani gurah tetes diminta tengkurap. Ia lantas mengeluarkan lendir dan dahak. Dengan demikian, suaranya diharapkan bisa lebih jernih.
Eksperimen Awal di Laboratorium
pengobatan gurah dilakukan untuk mengeluarkan lendir yang bercokol dalam organ tubuh akibat terinfeksi penyakit. Beberapa penyakit yang dapat disembuhkan melalui gurah antara lain batuk kering, paru-paru basah, asam lambung, maag, infeksi saluran tenggorokan, gangguan saluran pernafasan, dan infeksi kelenjar penyakit dalam. Terapi alterantif ini juga berguna untuk memperlancar dan memperbaiki pita suara yang biasanya diinginkan para penyanyi dan orang-orang yang aktif di pengajian.
Kehati-hatian dalam terapi gurah terletak pada pencampuran ramuan, biarpun gurah memakain ramuan alamiah. tapi kalau tak sesuai indikasi penyakit pasien dampak bahayanya lebih tinggi daripada obat medis. Diperlukan campuran ramuan yang pas untuk menghindari efek samping. Umumnya terapi gurah ini menggunakan ramuan khas Cina dan kombinasi dengan ramuan tumbuhan khas indonesia yang diambil dari akar-akaran dan tumbuhan hutan. Akar tumbuhan Sanhu merupakan salah satu ramuan yang masuk dalam ramuan khas cina.
Dalam metode gurah dikenal beragam cara pengobatan. Ada yang dilakukan lewat hidung. tapi ada juga pemakaian lewat tenggorokan. Masa terapinya bervarsiasi tergantung jenis penyakit yang mencapai setengah jam. Untuk beberapa jenis penyakit kronis, terapi gurah dilakukan berkala selama tiga bulan. Tapi untuk penyakit ringan bisa ditangani dalam satu kali konsultasi berobat.(rid)
Pantangan makan bagi pasien yang menjalani pengobatan Gurah
- Es
- Makanan Lemak
- Makanan pedas
- Makanan dan minuman lain yang berpotensi menimbulkan infeksi atau gatal-gatal tenggorokan.